Menjalin hubungan
persahabatan yang baik sangat berdampak positif bagiku. Namun, tidak semua
persahabatan itu berjalan dengan baik. Ada sahabat yang bisa menikam kita dari
belakang, padahal sikapnya sangat baik di depan.
Sahabat memiliki peranan penting bagi kehidupan kita. Kehadirannya menjadi
salah satu unsur pembentukan warna-warni kehidupan kita sehari-hari, artinya
sahabat bisa menjadi salah satu sumber kesuksesan dan kegagalan kita di masa
depan. Karena itu, pilihlah sahabat yang bisa membuat hidupmu berwarna indah.
Sahabat adalah orang yang sabar akan kesalahan dan kekurangan sahabatnya. Dia
memiliki kelapangan dada untuk selalu memaafkan kesalahan kita, sebaliknya jika
dia melakukan kesalahan, maka tidak pernah enggan untuk meminta maaf dan
memperbaiki diri. Dan juga
dia selalu berusaha menerima, bahkan ikut melengkapi segala kekurangan kita.
Sahabat adalah orang yang senantiasa mau melantunkan doa-doa terindah untuk
kita. Sahabat adalah seseorang yang selalu ada disaat suka dan duka, bisa
dipercaya, dan pandai menjaga rahasia. Seorang sahabat sejati tidak akan pernah menjatuhkan sahabatnya sendiri.
Oleh karena itu, dia akan selalu menjagamu dari segala keburukan.
Sahabat adalah ibarat tangan kanan dan kiri. Jika tangan kanan tak kuat
mengangkat beban, maka tangan kiri secara refleks langsung membantu, begitu
pula sebaliknya. Artinya, satu sama lain saling mendukung, dan bahu membahu
untuk meringankan beban sahabatnya, dan meraih kesuksesan bersama.
Sahabat adalah cermin. Ibarat sebuah cermin, maka dia akan selalu
menampakkan wujud asli kita, kita tidak akan pernah marah dengan cermin meski
saat bercermin kita terlihat jelek. Ibarat ini mengandung makna bahwa sahabat
akan selalu jujur mengatakan kekurangan kita tanpa harus membuat kita marah.
Dia bisa menyampaikan kekurangan kita dengan jujur, penuh kelembutan, dan kasih
sayang. Sehingga, kritikannya enak disimak dan membuat kita sadar, serta
membangkitkan motivasi untuk memperbaiki diri.
Sahabat adalah orang yang mencintai kita karena Tuhan. Ini adalah kunci
utama langgengnya sebuah persahabatan. Maknanya adalah sahabat yang mencintai
kita karena Tuhan maka dia tidak akan mengharapkan balasan apapun atas kebaikan
yang di lakukannya untuk kita. Sahabat akan selalu siap membela kita saat
orang-orang menyudutkan dan mencaci maki kita.
Dalam kamus pesahabatannya, tak ada
kata ‘habis manis sepah dibuang’. Dia akan selalu ada apapun yang
terjadi.Sahabat sebagai jiwa yang satu, di mana kita sering mencarinya untuk
sekedar bersandar melepaskan penat, mencurahkan isi hati, meminta nasihat, teman
bercanda, membagi kebahagian, mengukir impian, serta motivasi. Tapi yang harus
kita ingat juga, jika sahabat kita mendukung apapun yang kita lakukan baik yang
positive maupun yang negative, selalu menyembunyikan kesalahan kita, selalu
membicarakan kekurangan kita dibelakang, itu bukanlah sahabat yang
sesungguhnya.
Amsal 17:17,
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang
saudara dalam kesukaran”
No comments:
Post a Comment